Wah Ternyata Ibadah Qurban Berkebalikan dengan Poligami

0
Source: pn banda aceh

Hal yang paling unik dari lebaran Idul Adha adalah suatu perayaan hari besar umat Islam yang didalamnya terdapat pelaksanaan ibadah qurban. Qurban merupakan bentuk implementasi ketakwaan umat muslim yang rela menggunakan sebagian hartanya untuk menyembelih hewan untuk dikorbankan seperti sapi, kambing atau sejenisnya. Tahukah anda, ternyata fenomena qurban memiliki keterbalikan dengan poligami. Perbedaan tersebut bukan dari sumber hukumnya melainkan realita sosial yang berkembang di masyarakat.

Masyarakat banyak yang mampu untuk mengeluarkan qurban namun banyak yang tidak melakukannya. Padahal ia berekonomi cukup bahkan harta mereka lebih melimpah dibandingkan qurban yang tak seberapa. Sementara poligami, banyak oknum yang sesungguhnya tidak mampu (khususnya dalam berlaku adil) tapi justru dilakukan. Padahal dalam Islam, ibadah Qurban jauh lebih  diutamakan dan dianjurkan dari pada poligami yang bersetatus mubah (dibolehkan).

Inilah aspek keterbalikan yang mesti direnungkan dan diubah. Ibadah Qurban memiliki dampak kemaslahatan sosial yang lebih efektif. Tidak hanya memberikan pahala yang tinggi bagi pelakunya, ibadah ini juga dapat meringankan beban para masyarakat kalangan bawah untuk tidak kelaparan dihari besar Islam, hari tasyrik.

Sementara poligami, kendatipun dibolehkan namun kenyataan sosial saat ini justru banyak berdampak negatif bagi hubungan keluarga dan masyarakat. Hal tersebut bukan bermakna poligami itu haram, melainkan pelaku poligami yang masih dinilai belum mampu dalam mengimplementasikannya sehingga tidak ada satu pihakpun yang merasa terdzalimi.