Menikah Muda, Solusi atau Masalah?

0
Source: shalihah.tribunislam.com

Menikah adalah hubungan yang mengikat dua pasangan menjadi satu dalam menuju jenjang kehidupan berumah tangga. Begitu mulianya menikah, bahkan Islam mendeklarasikan bahwa dengan menikah maka seorang muslim/ muslimah telah menyelesaikan separuh agamanya. Separuh agama disini dimaksudkan karena dengan menikah seseorang itu dapat mencegah pergaulan bebas, dapat menjaga pandangan mata, dan dapat menjaga kemaluannya yang itu semua merupakan separuh sumber dosa yang sering dilakukan manusia di dunia. Jadi menikah adalah solusi yang dapat melaksanakan dua perkara dalam satu proses yakni, mencegah perbuatan mungkar seperti zina dan semisalnya dan melaksanakan sunnah rasul.

Jika memang menikah begitu urgentif, bagaimana dengan pasangan yang menikah muda? Apakah itu sebuah solusi atau justru sumber masalah baru? Berbicara soal hukum menikah dalam Islam tentu banyak kondisi dan aspek yang mempengaruhinya. Sejatinya, menikah itu sunnah muakkad, akan tetapi ia bisa menjadi wajib, makruh, bahkan haram.

Menikah dianggap wajib apabila calon pasangan yang tidak menikah berpotensi melakukan zina nantinya. Jadi agar itu tidak terjadi, sebaiknya kedua pasangan ini secepatnya dinikahkan. Sementara menikah dikatakan haram apabila pernikahan dilakukan untuk menganiaya pasangannya atau mendzalimi pasangannya. Islam tidak mengizinkan tindak tanduk menikah yang dilakukan sebagai modus balas dendam dan semisalnya. Disamping itu, menikah dianggap makruh apabila secara kemampuan baik kematangan usia dan finansial pasangan belum berkapasitas melakukan pernikahan. Sebagai contoh, seorang lelaki ingin menikah namun ia seorang pengangguran atau belum memiliki pekerjaan yang dapat menjamin nafkah keluarga nantinya.

Dari berbagai hukum menikah diatas, dapat ditarik garis bahwa menikah muda hukumnya adalah makruh. Sebab kebanyakan anak muda dinilai belum siap secara mental dan keuangan untuk membangun rumah tangga. Menikah muda diprediksikan akan mendatangkan kemudaratan baik bagi istri atau pasangan itu sendiri. Menikah muda juga diklaim sebagai hubungan yang nantinya dapat mengantarkan kehidupan yang lebih buruk sebab kedua pasangan pada hakikatnya  belum siap untuk menikah.

Namun, problema diatas tidaklah seluruhnya benar. Itu hanya prediksi dan klaim sebelah pihak yang melihat secara subjektif. Seperti dijelaskan sebelumnya, menikah diusia muda adalah makruh, akan tetapi jika dengan menikah muda dapat mencegah pasangan untuk berbuat dosa berkelanjutan bukankah itu wajib? Dalam hukum Islam dijelaskan bahwa; "mencegah mudarat lebih diutamakan dari pada mendatangkan manfaat". Artinya, jika sesuatu tindakan memiliki dua potensi yakni sisi kebaikan dan keburukan maka dianjurkan untuk mengutamakan sikap yang dapat mencegah perbuatan buruk.

Begitu juga dengan menikah muda, jika dengan melakukannya dapat mencegah perzinaan dan dosa pacaran maka itu lebih baik dari pada menunda pernikahan agar dapat membangun keluarga yang lebih matang.

Kesimpulannya, menikah muda adalah solusi bukan masalah. Jangan takut menikah muda hanya karena rasa takut untuk tidak bisa hidup layak. Sebab rezeki ada ditangan Allah, dan salah satu cara agar terbukanya pintu rezeki dapat dilakukan dengan pernikahan. Selama seseorang itu masih berusaha semaksimal mungkin, Insya Allah ia akan mampu dan tidak kelaparan setelah menikah.