Ini Pertanda bahwa Qurban Membawa Berkah Bagi Pelaksananya

0
Source: kabarmekkah.com

Hari raya Idul Adha sudah berlalu, begitu juga dengan hari tasyrik yang berlangsung pada tanggal 10 hingga 14 Zulhijjah. Bagi para muslim yang memiliki kemampuan, tentu tidak ketinggalan melakukan ibadah qurban dengan menyembelih sapi atau kambing yang kemudian diberikan kepada pihak yang berhak. Dengan adanya ritual ibadah qurban tersebut, hampir bisa dipastikan bahwa seluruh umat muslim diseluruh penjuru dunia dapat merasakan nikmatnya makanan yang mungkin jarang mereka konsumsi dihari normal.

Kendatipun banyak diseluruh penjuru dunia umat muslim yang menggelar ibadah qurban, tidak serta merta mereka memiliki bobot kebajikan yang sama di hadapan Tuhan. Banyak aspek yang menjadikan seorang pelaku qurban diterima amalannya atau tidak. Amalan memang bukan sesuatu yang dapat dilihat secara kasap mata. Ia merupakan sesuatu perkara yang zahir yang tidak bisa diketahui hakikatnya selain Allah Swt. Akan tetapi tanda-tanda qurban itu membawa keberkahan ternyata dapat dilihat dari tindak-tanduk pelaksananya setelah hari raya qurban berakhir.

Ibadah qurban dianggap afdhol ternyata apabila dengan adanya amalan tersebut memberikan kesan dan bekas secara intens bagi pelaksananya. Lebih jelasnya, dengan adanya ibadah qurban sejatinya mengantarkan pelakunya untuk menjadi muslim dan muslimah yang lebih baik, lebih takwa, lebih gemar bersedekah dan lebih meningkatkan amalan lainnya. Kalaupun seluruh amalan lainnya tidak meningkat, setidaknya dengan adanya ibadah qurban dapat menjadikan pelakunya lebih gemar bersedekah dan membantu sesamanya. Sejatinya, peran qurban yang dilakukan pada masa Idul Adha melatih pelaksananya untuk menjadi insan yang dermawan dan membantu sesama.

Inilah salah satu tanda bahwa ibadah qurban yang dilaksanakan sebelumnya membawa berkah. Jika apa yang telah dilakukan oleh pelaksana qurban tindak menimbulkan peningkatan ketakwaan seseorang khususnya kesan mendalam pentingnya bersedekah, maka perlu dipertanyakan apakah qurban yang dilakukan sebelumnya atas dasar mencari ridha Allah atau sebatas pencitraan semata. Jika demikian maka sungguh orang tersebut adalah kaum yang merugi karena ia hanya menghabiskan biaya dan tenaga semata tanpa mendapat apa-apa dihadapan Allah Swt kelak.