3 Hikmah Utama Menyembelih Qurban di Idul Adha

0
Source: kukamiprivat.com

Setiap tanggal 10 zulhijjah umat muslim akan merayakan salah satu hari besarnya yaitu Idul Adha atau yang  dikenal juga dengan hari raya Qurban. Pada hari Idul Adha umat muslim yang memiliki kemampuan akan berbondong-bondong untuk berpartisipasi dalam mengurbankan hewan ternak seperti sapi atau kambing. Dibalik ritual keagamaan yang selalu dilakukan setiap tahunnya ini memiliki hikmah yang harus dipahami seorang pribadi muslim. Diantaranya;

1. Meningkatkan Takwa

Seperti amalan ibadah lainnya yang ada dalam Islam, tujuan utama tidak lain dan tidak bukan pada esensinya adalah untuk meningkatkan takwa seorang insan. Takwa adalah indikator seorang hamba dinilai terbaik dimata sang khaliq. Allah Swt tidak melihat hambanya dari kekayaannya, jabatannya, parasnya, melainkan ketakwaannya. Dengan melakukan ibadah qurban, khususnya dengan penuh keikhlasan diharapkan dapat mengantar pelakunya menjadi golongan muslim yang bertakwa.

Sebagian riwayat mengatakan, semakin bagus hewan qurban yang dipersembahkan semakin afdhol dimata agama. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa bukan sapinya yang tuhan inginkan. Bukan sapi terbaik yang sampai kepada tuhan, melainkan dampak sosial yang dirasakan penerima qurbanlah yang menjadikan amalan lebih baik. Sehingga pada hari raya Idul Adha, segala pihak bisa merasakan makanan yang mungkin jarang nereka konsumsi dihari biasa.

2. Menyembelih Sifat Kebinatangan

Salah satu hikmah dari ibadah qurban adalah dapat menyembelih sifat kebinatangan yang ada dalam diri manusia. Binatang adalah mahkluk yang kastanya dibawah manusia selaku mahkluk sempurna yang dianugrahi akal. Binatang adalah mahkluk yang tidak tahu hak orang lain, binatang juga kerap memakan makanan yang bukan haknya, dalam hukum binatang dikenal dengan hukum rimba, yakni siapa yang kuat dialah yang berkuasa. Sifat kebinatangan inilah yang diharapkan dapat hilang bila melakukan qurban.

3. Mempelajari Sejarah

Literatur sejarah telah mencatat, bahwa proses ibadah qurban ini ditandai oleh sebuah peristiwa pada masa silam tepatnya nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim adalah sosok yang diuji ketakwaannya dengan upaya menyembelih Ismail selaku anaknya. Bayangkan, Ismail adalah anak simata wayang Nabi Ibrahim, anak yang diharapkan cukup lama dan baru diberikan semasa Nabi Ibrahim sudah beranjak tua. Ironisnya,  anak kesayangan itu harus disebelih sebagai bukti ketakwaan nabi Ibrahim. Ketika Nabi Ibrahim meminta izin anaknya selaku korban yang akan disembelih, dengan penuh kemantapan sang anak menjawab; "Wahai ayah, jika itu memang perintah Allah, laksanakanlah, sesungguhnya aku tergolong hamba yang sabar."

Subhanallah, apa yang bisa dipelajari disini? Banyak! Salah satunya adalah bukti mendidik anak yang  sukses yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim sehingga sang anak rela melakukan apa saja jika itu perintah Allah.